Hari ini kabisat bu, sekali empat tahun saja.
Tapi bukan kabisat kita.
Kabisat kita empat tahun pula, tapi bukan kabisat ini.
Lamanya bu? lamanya terhitung semenjak aku melangkahkan kaki keluar rumah kecil kita hingga aku pulang lalu kembali kepelukanmu yg selalu menungguku di ambang pintu dengan do'a-do'a.
Kala itu bu, penantian kita akan berbuah manis.
Rindu yang menguncup akan mekar menjadi haru yang biru.
Haru yg melukisi pipi kita menjadi semerah mawar, juga mengembuni mata kita dengan air mata suka.
Hari itu, akan ku ceritakan kisah anak lelakimu yg mencoba setangguh Ayah.
Kisah anakmu yg mencoba memaknai hidup lewat panasnya debu-debu khartoum.
Saat ini sedang ku siapkan cerita terbaik dan terindah, agar kelak kau bisa bangga bahwa akulah ANAK LELAKIMU.
Khartoum, Kabisat mereka di 29 februari 2016
Tapi bukan kabisat kita.
Kabisat kita empat tahun pula, tapi bukan kabisat ini.
Lamanya bu? lamanya terhitung semenjak aku melangkahkan kaki keluar rumah kecil kita hingga aku pulang lalu kembali kepelukanmu yg selalu menungguku di ambang pintu dengan do'a-do'a.
Kala itu bu, penantian kita akan berbuah manis.
Rindu yang menguncup akan mekar menjadi haru yang biru.
Haru yg melukisi pipi kita menjadi semerah mawar, juga mengembuni mata kita dengan air mata suka.
Hari itu, akan ku ceritakan kisah anak lelakimu yg mencoba setangguh Ayah.
Kisah anakmu yg mencoba memaknai hidup lewat panasnya debu-debu khartoum.
Saat ini sedang ku siapkan cerita terbaik dan terindah, agar kelak kau bisa bangga bahwa akulah ANAK LELAKIMU.
Khartoum, Kabisat mereka di 29 februari 2016

