Satu kata tanya ini tidak memerlukan jawaban yang panjang lebar. Bahkan ia hanya memerlukan jawaban pendek, ringkas, tepat sasaran, jujur. Ia sering menguji kejujuran kita. Bukan kepada orang lain, namun jujur pada diri sendiri. Ia juga sering menampar kita dengan keenam jemari hurufnya, menyadarkan kita tatkala lalai dan membelot dari jalan lurus yang digariskan niatan baik yang awalnya kita lakukan sepenuh hati namun tergoyahkan oleh keraguan yang diembuskan oleh setan.
Jangan pernah berhenti bertanya "kenapa" pada dirimu sendiri, jangan pernah takut untuk menjawabnya dengan benar-benar jujur. Singkirkan segala kepura-puraan yang mengotori setiap niatan baik. Ada kalanya kita harus mengurungkan perbuatan baik untuk memurnikan niat awal, atau bahkan membatalkannya ketika kita sadar ada yang salah dengan niatan kita. Untuk bisa menggapai kesadaran dan membeningkan hati dibutuhkan kejujuran pada tanya "kenapa". Jujurlah....
Bertanyalah "kenapa" pada dirimu sendiri atas segala kesalahan yang pernah kau lakukan, maka segala kesalahanmu akan menjadi pelajaran dan nasihat berharga untukmu. Bertanyalah "kenapa" pada dirimu atas segala niatan yang terbetik di hatimu, jawablah dengan seluruh kejujuran yang kau punya, kristalkan niatmu dengan kata tanya "kenapa", singkirkan segala niatan yang bercangkang indah namun menyimpan keburukan, maka hidupmu akan selurus sirotul mustaqim. Dan ingatlah berbelok sehasta tatkala kau menitinya adalah kecelakaan. Neraka. Dengan bertanya "kenapa" tidak ada yang akan berujung pada kesia-sian, bahkan kerikil-kerikil penyesalan yang selalu mengganjal hatimu, kan menjadi pondasi kuat untuk menjadi pribadi lebih baik.
Mulailah bertanya "kenapa" pada dirimu sendiri sekarang juga. Aku akan memulainya. "Kenapa aku menulis tulisan panjang lebar tulisan ini?" Jawabnya, " Aku ingin menampar diriku sendiri yang lalai, dan menepuk bahumu sobat, agar tetap terjaga dalam kebaikan".
Jangan pernah berhenti bertanya "kenapa" pada dirimu sendiri, jangan pernah takut untuk menjawabnya dengan benar-benar jujur. Singkirkan segala kepura-puraan yang mengotori setiap niatan baik. Ada kalanya kita harus mengurungkan perbuatan baik untuk memurnikan niat awal, atau bahkan membatalkannya ketika kita sadar ada yang salah dengan niatan kita. Untuk bisa menggapai kesadaran dan membeningkan hati dibutuhkan kejujuran pada tanya "kenapa". Jujurlah....
Bertanyalah "kenapa" pada dirimu sendiri atas segala kesalahan yang pernah kau lakukan, maka segala kesalahanmu akan menjadi pelajaran dan nasihat berharga untukmu. Bertanyalah "kenapa" pada dirimu atas segala niatan yang terbetik di hatimu, jawablah dengan seluruh kejujuran yang kau punya, kristalkan niatmu dengan kata tanya "kenapa", singkirkan segala niatan yang bercangkang indah namun menyimpan keburukan, maka hidupmu akan selurus sirotul mustaqim. Dan ingatlah berbelok sehasta tatkala kau menitinya adalah kecelakaan. Neraka. Dengan bertanya "kenapa" tidak ada yang akan berujung pada kesia-sian, bahkan kerikil-kerikil penyesalan yang selalu mengganjal hatimu, kan menjadi pondasi kuat untuk menjadi pribadi lebih baik.
Mulailah bertanya "kenapa" pada dirimu sendiri sekarang juga. Aku akan memulainya. "Kenapa aku menulis tulisan panjang lebar tulisan ini?" Jawabnya, " Aku ingin menampar diriku sendiri yang lalai, dan menepuk bahumu sobat, agar tetap terjaga dalam kebaikan".

0 komentar:
Posting Komentar