Hari
ini sebuah keraguan atas jujurnya seorang sahabat menjelma menjadi
sebuah jarum dan dengan halusnya menusuk hati. Sobat, mungkin kamu
tidak sadari, mungkin hati ini saja yang tiba-tiba menjadi terlalu
perasa.
Hati
itu misteri yang sulit diungkap, pandai sekali menyembunyikan
rahasia. Sering sekali bukan kita tersenyum berbalut luka, atau kita
temui senyum tulus membungkus kedengkian. Aku laki-laki, namun ada
kalanya hati ini menjadi terlalu perasa lebih dari biasa. Hal ini
membuat ku berpikir, jika untuk menjaga hati sendiri dari luka saja
aku terkadang tidak mampu, maka bagaimanakah kelak aku mampu menjaga
hati seorang wanita yang kelak menjadi teman hidupku? Barang tentu
wanita mempunyai hati yang lembut dan lebih perasa, dan luka yang
digoreskan orang yang amat dekat dengan kita dan begitu kita percayai,
lebih menyakitkan lagi untuk dirasakan.
Untuk
sebuah nama yang telah tercatat di lawhul mahfudz, lewat angin yang
berhembus aku titip satu pesanku padamu, jangan memilih untuk terluka
ketika tanpa ku sadari lakuku menjelma jarum bagi hati lembutmu,
carilah kata “mungkin” untuk memilih tidak terluka, seduh kata
mungkin ini dengan segelas sangka baik yang dapat kau temukan,
aduklah dengan kepercayaan bahwa aku mencintaimu, teguklah segera
sebelum perih mendera hati. Tahukah engkau? Sebelum kita bersua,
sebelum kita terikat, hari ini aku berjanji untuk terus menyiapkan
diri untuk bisa menjauhkanmu dari perihnya sakit hati, terlebih lagi
menghindarkanmu dari perih azab Illahi. Do'akan aku untuk dua hal
yang ku janjikan ini dalam sujud panjangmu, seribu kerinduan
mengiringi pesan ini dari aku yang tak sempurna.

Keren.
BalasHapusKeep posting.
Makasih kak Ibah, salam buat zahra kecil
BalasHapusاللهم استجب دعاء عبادك المخلص. آمين
BalasHapusواعلم٬ إن الكمال لله وحده. وأنت بشر كامل لمن تحبك خالصا
BalasHapus