Selasa, 30 Juni 2015

Jangan Memilih Untuk Terluka


Hari ini sebuah keraguan atas jujurnya seorang sahabat menjelma menjadi sebuah jarum dan dengan halusnya menusuk hati. Sobat, mungkin kamu tidak sadari, mungkin hati ini saja yang tiba-tiba menjadi terlalu perasa.
Hati itu misteri yang sulit diungkap, pandai sekali menyembunyikan rahasia. Sering sekali bukan kita tersenyum berbalut luka, atau kita temui senyum tulus membungkus kedengkian. Aku laki-laki, namun ada kalanya hati ini menjadi terlalu perasa lebih dari biasa. Hal ini membuat ku berpikir, jika untuk menjaga hati sendiri dari luka saja aku terkadang tidak mampu, maka bagaimanakah kelak aku mampu menjaga hati seorang wanita yang kelak menjadi teman hidupku? Barang tentu wanita mempunyai hati yang lembut dan lebih perasa, dan luka yang digoreskan orang yang amat dekat dengan kita dan begitu kita percayai, lebih menyakitkan lagi untuk dirasakan.
Untuk sebuah nama yang telah tercatat di lawhul mahfudz, lewat angin yang berhembus aku titip satu pesanku padamu, jangan memilih untuk terluka ketika tanpa ku sadari lakuku menjelma jarum bagi hati lembutmu, carilah kata “mungkin” untuk memilih tidak terluka, seduh kata mungkin ini dengan segelas sangka baik yang dapat kau temukan, aduklah dengan kepercayaan bahwa aku mencintaimu, teguklah segera sebelum perih mendera hati. Tahukah engkau? Sebelum kita bersua, sebelum kita terikat, hari ini aku berjanji untuk terus menyiapkan diri untuk bisa menjauhkanmu dari perihnya sakit hati, terlebih lagi menghindarkanmu dari perih azab Illahi. Do'akan aku untuk dua hal yang ku janjikan ini dalam sujud panjangmu, seribu kerinduan mengiringi pesan ini dari aku yang tak sempurna.

4 komentar:

  1. Makasih kak Ibah, salam buat zahra kecil

    BalasHapus
  2. اللهم استجب دعاء عبادك المخلص. آمين

    BalasHapus
  3. واعلم٬ إن الكمال لله وحده. وأنت بشر كامل لمن تحبك خالصا

    BalasHapus