Jangan
pernah merasa sendirian, karena ke-“sendirian” pun merupakan teman yang terbaik. Ia
selalu siap menemani ketika orang lain meninggalkanmu, ia selalu bisa memahami
ketika orang lain lelah untuk memahamimu. Kesendirian memberikanmu kebebasan
untuk berfikir, merenung, memaknai, melihat apa yang sebelumnya terlewatkan
karena tertutup keramaian. Kesendirian selalu menunggumu di suatu sudut ketika
kau sibuk dengan orang yang kau anggap menemani, meski nantinya pada
kesendirianlah kau kembali, mengadu, mengeluhkan luka yang ditorehkan oleh
mereka yang anggap sebagai teman. Kesendirian menerimamu tanpa penolakan,
merangkulmu dengan sejuk heningnya, mendengarkan semua keluhanmu tanpa jemu,
menemanimu ketika tidak ada lagi tempat kembali, namun dengan sangat
bijaksananya suatu saat dia mengetuk pintu kesadaranmu bahwa tidaklah semua hal
bisa dilakukan “SENDIRI”. Dengan penuh pengertian dia mendukungmu untuk
meninggalkanya, dan berbisik “pergilah, tinggalkan aku, kembalilah kepada
mereka, aku akan tetap ada disudut ini, menunggumu dan akan selalu setia
menerimamu ketika tidak ada lagi tempat kembali”.
Saat
ini pun, aku sedang ditemani kesendirian, berbincang dengannya tentang dirinya.
Ia mampu menjadi apapun yang aku mau, menjadi guru yang mengajarkan
kebijaksanaan, menjadi teman berdiskusi banyak hal, dan ia tidak akan sekalipun
berkhianat ketika kutitipkan rahasiaku yang teramat besar. Walaupun ia berpesan
padaku bahwa tidak semua hal bisa dilakukan dengannya, satu yang aku fahami
saat aku asyik berbincang dengan “kesendirianku” saat itulah aku mampu berfikir
seluas – luasnya, sebebas – bebasnya, sedalam – dalamnya. Hmmmmm, dan aku tidak
pernah takut, dan bersembunyi agar tidak ada satu daun telinga pun menguping
pembicaraan kami, karena ia berbicara dengan hatiku, bukan dengan telinga, dan menatap
dengan penuh arti pada mata hati. Tadi ia berbisik pada sanubariku, ia
berwasiat : “ketika kau mencari teman sejati di hidupmu, apapun ia bagimu,
sahabat – kah? Partner kerja – kah? Istri – kah ? carilah yang bisa
menggantikan posisiku bagimu ketika kau merasa tak ada lagi tempat kembali.
Selalu siap menemanimu kapanpun, setia tanpa berfikir sedikitpun untuk beranjak
pergi darimu, memahamimu tanpa lelah, mengajarimu berfikir jernih, mendekatkanmu
pada kebijaksanaan. Ketika kau dapatkan orang yang sepertiku, maka aku akan
tersenyum bahagia disuatu sudut hatimu, bersembunyi tanpa kau sanggup temukan
lagi,dan kau takkan merasa kehilanganku karena mereka mampu menggantikanku
dengan sempurna, hingga kau lupa bahwa kau pernah SENDIRI, dan pernah
berbincang hangat dengan KESENDIRIAN.

jangan pernah merasa sendiri, karena dimana pun kau berada ada seseorang yang selalu mendoakanmu di setiap langkah aktivitasmu
BalasHapus